xtoyol: DNA dan embrio
Showing posts with label DNA dan embrio. Show all posts
Showing posts with label DNA dan embrio. Show all posts

Friday, October 19, 2018

DNA dan embrio





  
DNA dan embrio


Operasi Bedah DNA 

seperti yang tertulis pada terbitan ilmiah Protein and Cell, Profesor David Liu sebagai   pelopor penyuntingan dasar di Universitas Harvard, Amerika Serikat,
Junjiu Huang sebagai salah satu  peneliti di Universitas Sun Yat-sen di Guangzhou, China mengungkapkan bahwa    peneliti di Universitas Sun Yat-sen  merupakan yang pertama dalam  memanfaatkan  metode Crispr  untuk memanipulasi DNA embrio manusia,  operasi bedah  kimia pada embrio manusia untuk mengangkat penyakit, sedang populer saat ini, metode yang baru dalam dunia medis,menggantikan metode operasi konvensional, dokter dengan memanfaatkan  teknik  base editing atau  penyuntingan dasar guna  merevisi  kesalahan tunggal dari 3  milar  huruf' huruf yang terdapat dalam kode genetika setiap manusia, 
dokter mampu  mengubah embrio yang diciptakan di laboratorium guna  melenyapkan  penyakit beta-thalassemia namun embrio itu tidak diletakan  ke manusia, suatu saat metode ini bila dikembangkan akan mampu  menyembuhkan rangkaian penyakit turunan, penyuntingan dasar  yaitu mengubah blok bangunan mendasar DNA dimana 4  dasar adenine, cytosine, guanine and thymine atau disebut  huruf awalnya A, C, G, dan T, semua  segala program guna  menjalankan tubuh manusia  hanya dikodekan didalam kombinasi keempat  huruf dasar ini, penyakit penyimpangan darah beta-thalassemia, dikarenakan  satu perubahan dasar tunggal dalam kode genetika, disebut  titik mutasi, dokter kemudian menyuntingnya untuk dikembalikan lagi,  menandai DNA guna  menandai  kesalahan dan mengubah G menjadi A merupakan  cara mengatasi  penyimpangan,
 penelitian ini  sebagai pelopor dalam hal mengobati pasien atau  mencegah bayi lahir dengan beta-thalassemia dan  penyakit-penyakit turunan lainnya, 
uji klinis  dilaksanakan  dengan selaput yang diambil dari  pasien yang memiliki  penyimpangan darah dan di dalam embrio manusia yang dikloning,
Penyuntingan dasar  merupakan kemajuan dari sistem   penyuntingan  Crispr, sebelumnya penyuntingan Crispr  menyebabkan  DNA  rusak dan saat  tubuh berupaya memulihkan kerusakan ini, maka tubuh   menonaktifkan  instruksi yang dinamakan  gen, kejadian ini   menjadi  peluang  memasukkan informasi genetika yang baru, 
 base editing aktif  dengan metode   bahwa dasar DNA itu sendiri yang mengubah 1 dasar menjadi dasar yang lainnya, 
rangkaian DNA yang muncul pada  layar komputer memakai   warna, 
 teknik  bedah kimia baru ini  lebih efisien juga menyebabkan  dampak lebih kecil dibanding Crispr,  sebab  2/3  varian genetika manusia yang  berhubungan  dengan penyakit merupakan  titik mutasi,sehingga  penyuntiungan dasar  ini  berpotensi untuk perbaikan langsung, 

Hapus  DNA Penyakit 

Dr Yalda Jamshidi, seorang pembaca pengobatan genom di Universitas St George di London
Darren Griffin, seorang profesor genetika di Universitas Kent,
Prof Robin Lovell-Badge, dari Institut Francis Crick
  Dr Shoukhrat Mitalipov peneliti dari Universitas Kesehatan dan Sains Oregon dan Institut Salk, Amerika Serikat, serta Institut untuk Sains Dasar di Korea Selatan  mengungkapkan bahwa 
hapus  embrio dari sebuah potongan DNA yang mengakibatkan  penyakit jantung mematikan akibat keturunan ,   ini merupakan metode pelopor pengobatan di masa depan  guna  mencegah masalah kelainan yang diturunkan dari generasi ke generasi, 
dokter  membiarkan embrio tumbuh  selama  5 hari sebelum menghentikanya,
jaman kejayaan dunia kedokteran kini  dalam  pengeditan DNA berkat  teknologi  CRISPR pada 2015 , 
dengan metode  CRISPR  maka  penerapannya  luas, seperti  menghapus kesalahan- genetik yang mengakibatkan  penyakit mulai dari fibrosis sistik hingga kanker payudara, 
peneliti mengungkapkan penelitian pada kardiomiopati hipertrofik , dimana ada 
Kelainan yang  bersifat umum, yaitu terjadi pada 1  orang dari setiap 500 orang, dan menyebabkan  jantung  berhenti berdetak secara tiba tiba ,ini 
dikarenakan  adanya  kesalahan dalam 1  gen  atau sebuah instruksi dalam DNA, sehingga   siapapun yang mempunyainya akan mempunyai   50%  kemungkinan  menurunkannya kepada keturunanya, 
Sperma dari seseorang laki laki  dengan kardiomiopati hipertrofik dikombinasikan  ke dalam sel-sel telur sehat dengan  Crispr guna menangani  kerusakan ini, 
 ini tidak berhasil ,namun 72% embrio  dapat bebas dari mutasi penyebab   penyakit,
tiap tiap generasi seterusnya  akan selalu  membawa pembetulan ini sebab peneliti   telah menghapus varian gen penyebab penyakit dari garis keturunan ini,maka 
dengan  ini, dapat menghapus  penyakit keturunan ini dari keluarga ,yang  pada akhirnya pada semua  populasi manusia dikemudian hari, dengan  teknologi Crispr guna  membetulkan kerusakan  yang menyebabkan  kelainan pada darah,
peneliti  tidak mampu  membetulkan setiap sel,  embrio  merupakan  mosaik bagi  sel sehat dan sel  sakit,
kadang teknik ini menyebabkan  bagian-bagian lain kode genetik ikut bermutasi,
 embrio sudah bisa  diskrining untuk ditemukan  penyakit melalui diagnosa genetik pra-implantasi, 
terdapatnya  10.000 kelainan genetik yang disebabkan oleh mutasi tunggal dan dapat dibetulkan ,
metode  ini merupakan hal  yang menunjukkan pembetulan mutasi penyebab penyakit  pada embrio manusia tahap awal dengan cara  pengeditan gen,
penelitian  ini tidak berisiko buruk pada  bayi  yang direkayasa guna  mendapatkan  ciri-ciri bayi   yang menguntungkan manusia ,
pada metode  Crispr yang mengedit  sepotong DNA rekayasa baru yang kemudian  dimasukkan ke dalam kode genetik namun , hal ini tidak terjadi, justru  Crispr merusak gen yang bermutasi pada sperma  ayah, memicu gen  sehat yang  disalin  dari telur ibu, 

rekayasa  Embrio

Junjiu Huang dari University of Ghuangzhou  china  dengan  memodifikasi embrio,maka dokter mampu mendesain bayi menghilangkan  cacat menurun ,peneliti  berhasil  memodifikasi embrio atau mengedit genom,  dengan  mengoleksi 89 embrio non-viabel,embrio non-viabel merupakan  embrio yang tidak mampu  berkembang menjadi bayi,embrio ini  merupakan  hasil penyatuan  2 sperma dan  1  sel telur , mempunyai 3 inti, rekayasa  dilakukan guna  menghapus gen HBB, gen HBB  yang mengakibatkan  beta-talasemia atau sel darah merah  berbentuk bulan sabit, 
jika  seseorang mempunyai  sel darah merah berbentuk bulan sabit, maka kemampuannya dalam  mengikat oksigen akan menurun , seseorang yang mempunyai  dua sel resesif talasemia tidak mampu  berumur panjang, guna  mengedit gen ini, digunakanlah   CRISPR/Cas9,CRISPR/Cas9 sebagai gunting molekuler, CRISPR/Cas9  diinjeksikan pada 89 embrio , kemudian dilakukan   pendiaman   48 jam supaya  CRISPR/Cas9  beraksi menggunting gen dan embrio sendiri mampu berkembang hingga tahap 8 sel, kemudian , dokter  memeriksa keberhasilan proses edit,  apakah gen HBB telah  terpotong,hasilnya, dari 89 embrio,  71 yang  hidup,  54  memenuhi syarat guna  dianalisa secara genetik,proses edit hanya berhasil pada  28 embrio,  hanya beberapa yang  mengandung gen pengganti, banyak mutasi yang tak terkendali,mutasi yang terdeteksi lebih banyak daripada mutasi yang terjadi dalam penelitian  edit genom dengan  sel manusia dewasa dan embrio tikus ,mutasi belum menunjukan  jumlah total mutasi sebab  penelitian  hanya  pada bagian genom yang dinamakan  exome,bila  genom keseluruhan, akan lebih banyak,
walau memakai embrio  non-viabel, pemakaian  embrio manusia tetap bermasalah,  modifikasi embrio  bermasalah secara etika,modifikasi embrio, mengandung maksud baik, justru  mengakibatkan kecacatan-kecacatan ,peneliti memanfaatkan  sel manusia dewasa  untuk  mengedit gen talasemia dengan tingkat mutasi  rendah,

hapus DNA penyakit dari embrio manusia

tahun 2015, peneliti Cina dengan  teknologi Crispr berusaha membetulkan kerusakan penyebab  kelainan pada darah,namun tidak mampu membetulkan setiap sel, sehingga embrio itu menjadi sebuah mosaik  sel sehat dan sakit, menyebabkan  bagian-bagian lain kode genetik  bermutasi,peneliti dari Institut untuk Sains Dasar di Korea Selatan , Universitas Kesehatan dan Sains Oregon ,Institut Salk Amerika Serikat, mendalami ilmu kardiomiopati hipertrofik, ilmuwan  berhasil membebaskan embrio dari sebuah potongan DNA yang menyebabkan penyakit jantung mematikan akibat keturunan keluarga, ilmuwan Korea Selatan dan amerika membiarkan embrio tumbuh sampai 5 hari sebelum menghentikan eksperimen ini ,ilmu kedokteran semakin maju sejak adanya keberhasilan metode pengeditan DNA berkat  teknologi  bernama CRISPR pada 2015 , sangat luas penerapanya dalam dunia kedokteran  , seperti kemampuan  menghapus kesalahan genetik yang mengakibatkan  penyakit seperti fibrosis sistik hingga kanker, kardiomiopati hipertrofik merupakan kelainan yang bersifat umum,  terjadi 1 setiap 1000 orang yang menyebabkan  jantung berhenti berdetak secara tiba tiba, ini dikarenakan  adanya  kesalahan dalam 1  gen yaitu adanya instruksi dalam DNA , yang mempunyai  50 % kemungkinan dapat menurunkannya kepada keturunanya,Nicole Mowbray mampu bertahan hidup dengan kardiomiopati hipertrofik yang mempunyai defibrilator yang dipasang di dadanya untuk mencegah jantungnya tiba tiba berhenti berdetak,reparasi genetik dilakukan ketika  pembuahan, dengan teknologi Crispr guna mereparasi kerusakan ,sperma dari laki laki dengan kardiomiopati hipertrofik disuntikkan ke dalam sel-sel telur sehat, ini sering gagal  namun 70 % embrio bebas dari mutasi-mutasi yang  menyebabkan  penyakit,tiap generasi selanjutnya akan terus membawa pembetulan ini sebab peneliti telah menghapus varian gen penyebab penyakit dari garis keturunan keluarga itu, embrio sudah dapat diskrining untuk menemukan penyakit melalui diagnosis genetik pra-implantasi,namun terdapat  10.000 kelainan genetik yang dikarenakan oleh mutasi tunggal dan bisa  dibetulkan dengan teknologi Crispr,penelitian ini untuk memperbaiki mutasi penyebab penyakit pada embrio manusia sebagai metode pengeditan gen, Crispr  mengarah pada sepotong DNA rekayasa baru yang dimasukkan ke dalam kode genetik,Crispr merusak gen yang bermutasi pada sperma  ayah, yang membuatkan gen   versi sehat disalin dari telur ibu, 
Crispr ini  bekerja hanya jika ada gen versi sehat dari salah satu orang tua,