Showing posts with label Memodifikasi Embrio. Show all posts
Showing posts with label Memodifikasi Embrio. Show all posts

Tuesday, July 17, 2018

Memodifikasi embrio

Memodifikasi Embrio


Memodifikasi Embrio

Junjiu Huang dari University of Ghuangzhou  china  dengan  memodifikasi embrio,maka dokter mampu mendesain bayi menghilangkan  cacat menurun ,peneliti  berhasil  memodifikasi embrio atau mengedit genom, dengan  mengoleksi 89 embrio non-viabel,embrio non-viabel merupakan  embrio yang tidak mampu  berkembang menjadi bayi,embrio ini  merupakan  hasil penyatuan  2 sperma dan  1  sel telur , mempunyai 3 inti, 
rekayasa  dilakukan guna  menghapus gen HBB, gen HBB  yang mengakibatkan  beta-talasemia atau sel darah merah  berbentuk bulan sabit,  jika  seseorang mempunyai  sel darah merah berbentuk bulan sabit, maka kemampuannya dalam  mengikat oksigen akan menurun , seseorang yang mempunyai  dua sel resesif talasemia tidak mampu  berumur panjang,  guna  mengedit gen ini, digunakanlah   CRISPR/Cas9,CRISPR/Cas9 sebagai gunting molekuler, CRISPR/Cas9  diinjeksikan pada 89 embrio , kemudian dilakukan   pendiaman   48 jam supaya  CRISPR/Cas9  beraksi menggunting gen dan embrio sendiri mampu berkembang hingga tahap 8 sel,  kemudian , dokter  memeriksa keberhasilan proses edit,  apakah gen HBB telah  terpotong,hasilnya, dari 89 embrio,  71 yang  hidup,  54  memenuhi syarat guna  dianalisa secara genetik,proses edit hanya berhasil pada  28 embrio,  hanya beberapa yang  mengandung gen pengganti,  banyak mutasi yang tak terkendali,mutasi yang terdeteksi lebih banyak daripada mutasi yang terjadi dalam penelitian  edit genom dengan  sel manusia dewasa dan embrio tikus , mutasi belum menunjukan  jumlah total mutasi sebab  penelitian  hanya  pada bagian genom yang dinamakan  exome,bila  genom keseluruhan, akan lebih banyak, walau memakai embrio  non-viabel, pemakaian  embrio manusia tetap bermasalah,  modifikasi embrio  bermasalah secara etika, modifikasi embrio, mengandung maksud baik, justru  mengakibatkan kecacatan-kecacatan ,peneliti memanfaatkan  sel manusia dewasa  untuk  mengedit gen talasemia dengan tingkat mutasi  rendah,

Junjiu Huang dari University of Ghuangzhou  china  dengan  memodifikasi embrio,maka dokter mampu mendesain bayi menghilangkan  cacat menurun ,peneliti  berhasil  memodifikasi embrio atau mengedit genom, dengan  mengoleksi 89 embrio non-viabel,embrio non-viabel merupakan  embrio yang tidak mampu  berkembang menjadi bayi,embrio ini  merupakan  hasil penyatuan  2 sperma dan  1  sel telur , mempunyai 3 inti, 
rekayasa  dilakukan guna  menghapus gen HBB, gen HBB  yang mengakibatkan  beta-talasemia atau sel darah merah  berbentuk bulan sabit,  jika  seseorang mempunyai  sel darah merah berbentuk bulan sabit, maka kemampuannya dalam  mengikat oksigen akan menurun , seseorang yang mempunyai  dua sel resesif talasemia tidak mampu  berumur panjang,  guna  mengedit gen ini, digunakanlah   CRISPR/Cas9,CRISPR/Cas9 sebagai gunting molekuler, CRISPR/Cas9  diinjeksikan pada 89 embrio , kemudian dilakukan   pendiaman   48 jam supaya  CRISPR/Cas9  beraksi menggunting gen dan embrio sendiri mampu berkembang hingga tahap 8 sel,  kemudian , dokter  memeriksa keberhasilan proses edit,  apakah gen HBB telah  terpotong,hasilnya, dari 89 embrio,  71 yang  hidup,  54  memenuhi syarat guna  dianalisa secara genetik,proses edit hanya berhasil pada  28 embrio,  hanya beberapa yang  mengandung gen pengganti,  banyak mutasi yang tak terkendali,mutasi yang terdeteksi lebih banyak daripada mutasi yang terjadi dalam penelitian  edit genom dengan  sel manusia dewasa dan embrio tikus , mutasi belum menunjukan  jumlah total mutasi sebab  penelitian  hanya  pada bagian genom yang dinamakan  exome,bila  genom keseluruhan, akan lebih banyak,walau memakai embrio  non-viabel, pemakaian  embrio manusia tetap bermasalah,  modifikasi embrio  bermasalah secara etika, modifikasi embrio, mengandung maksud baik, justru  mengakibatkan kecacatan-kecacatan ,peneliti memanfaatkan  sel manusia dewasa  untuk  mengedit gen talasemia dengan tingkat mutasi  rendah,
loading...
loading...
loading...