Showing posts with label antibiotik. Show all posts
Showing posts with label antibiotik. Show all posts

Tuesday, July 17, 2018

antibiotik

antibiotik

antibiotik

seperti yang tertulis pada Proceedings of the National Academy of Sciences ,  Les Dethlefsen dan David Relman dari Universitas Stanford California, AS kesalahan penyalahgunaan antibiotik  bukan menyebabkan kuman dalam tubuh  manusia musnah secara total justru mematikan mikroba baik yang hidup di dalam usus manusia,  ini merupakan hasil penelitian 10 bulan  setelah peneliti
 memberi    relawan  wanita  dengan  pil  antibiotik  ciprofloxacin hasilnya  semua populasi bakteri menguntungkan bagi manusia  lenyap, kesimpulan penelitian ini adalah  bahwa antibiotik  mematikan  bakteri baik  di tubuh,  memberikan  dilakukan dalam 2  fase dimana  setiap fase lamanya  4  hari, peneliti  juga  mengetes DNA di  tinja dari para relawan guna  meneliti  jenis mikrobanya,  adanya  hubungan simbiosis dengan  Mikroba , Mikroba  dalam usus membantu manusia  mencerna makanan akibatnya  kuman jahat menjadi berkurang  ,tidak adanya   mikroba  menguntungkan  dalam tubuh manusia dapat memicu  alergi ,mendorong penyebaran bakteri super yang resisten terhadap obat-obatan dan obesitas ,  Lactobacillus reuteri yang ada  dalam ASI  melindungi tubuh dari infeksi rotavirus,   bakteri tertentu memicu   nafsu makan juga pemicu  peradangan usus, seperti penyakit kolitis dan  Crohn , mengonsumsi  antibiotik  berpotensi memicu  strain jahat .
tidak ada antibiotik yang  mampu bertahan lama  melenyapkan bakteri,
lahirnya  bakteri super yang resisten terhadap semua  antibioitik  ampuh tidak mengherankan dalam dunia kedokteran,sebab  sudah umum bila semua  bakteri  akan menjadi resisten terhadap antibiotik  multiresisten,  bakteri menjadi resisten oleh sebab  banyak cara, salah satunya . memisahkan dirinya secara genetik  lalu  menjadi bakteri baru yang kebal sebab   bermutasi  men transfer gen antibiotik ke bakteri lain,  bermutasi dalam hal ini  memodifikasi protein, yaitu turunya   afinitas ikatan protein bakteri dengan antibiotik , protein  tahan terhadap kehilangan efisiensi karena mutasi , mutasi genetis yang berbeda akan menciptakan   tipe resistensi yang berbeda ,
 bakteri super  menghasilkan enzim NDM-1, mutasi membuat  bakteri  menghasilkan zat enzim  yang dapat  mematikan  antibiotik,
 resistensi akibat   bakteri plasmids and transposons mentransfer gen antibiotik ke bakteri lain,  bakteri  lain  memperoleh  gen-gen  anti  antibiotik  dari bakteri lain dengan  cara yaitu   melakukan  perkawinan   konjugasi, sehingga bakteri  mentransfer materi kode-kode  genetik, yang anti  antibiotik  ke bakteri yang lainnya, oleh sebab itu disarankan
pasien  yang memiliki  penyakit ringan  seharusnya tidak perlu diberikan  antibiotik, pasien seharusnya menghabiskan antibiotik yang disediakan oleh dokter bila tidak dihabiskan akibatnya berbahaya,
selain itu  antibiotik yang  dibeli tanpa resep dokter  mengakibatkan resisten terhadap semua  antibioitik ,  yang terjadi   belum tentu antibiotik    mampu mengatasi penyakitnya, sebab mengonsumsi asupan   antibiotik secara  sembarangan justru  pasien melahirkan   bakteri jenis baru yang lebih ganas ,   bakteri ganas  ini tidak bisa diatasi secara sembarangan  harus ada  dosis  tinggi  dan komposisi zat kimia khusus, bakteri multiresisten mengandung gen NDM-1 (New Delhi metallo-beta-lactamase-1)  lebih dari satu jenis ,bakteri yang multiresisten ini berasal dari kelompok gram negatif seperti  Klebsiella dan E.Coli , gram positif seperti Staphylococcus  ,

 bakteri super mempunyai  gen  berbeda,   gen penyebab resistensi  seperti gen MEC-A yang dimiliki Staphylococcus ,  gen betalactamase seperti  NDM-1,  gen-gen ini  disebarkan oleh kuman dengan berbagai   cara, sehingga   kebal terhadap obat, Victor Nizet, seorang pakar farmasi dan penyakit menular dari University of California, San Diego, Amerika Serikat,mengungkapkan bahwa
 Infeksi  bakteri super yang mengandung gen NDM-1  tidak mematikan , bakteri ini tetap berbahaya  bagi pasien berdaya tahan tubuh  lemah,  bakteri ini  tidak langsung mengakibatkan kematian namun menimbulkan  infeksi di  saluran kemih bayi , lanjut usia  dan pasca-operasi, bakteri ini  sulit diatasi dengan antibiotik biasa  sebab  kuman sudah  resisten terhadap  antibiotik ,diperlukan antibiotik luar biasa yang belum pernah ada, gen NDM-1 berada  di  bakteri yang  hidup dalam pencernaan, seperti  bakteri  E-coli, bakteri  E-coli  dari famili berbeda dari MRSA, berkat gen NDM-1  satu satunya yang diandalkan  bakteri   ini dapat menyerang  antibiotika,  penisilin .

seperti yang tertulis pada jurnal  The Lancet Infectious Diseases , Walsh Timothy peneliti dari Universitas Cardiff Inggris yang mengoleksi  sampel  bakteri super dari
 pasien yang diteliti di  laboratorium nasional Inggris sejak 2007 hingga 2009   menemukan  bakteri yang menghasilkan  enzim NDM-1 pertama kali  ditemukan  pada  pasien yang baru kembali menjalani bedah plastik di Pakistan, Banglades, India, maka  operasi plastik atau bedah kosmetik kemungkinan salah satu penyebab  penyebaran bakteri super  hingga  Kanada, Inggris, amerika, Australia, Swedia, sebab  RS Chennai dan RS Haryana india juga menyediakan dan menerima   perbaikan bedah plastik dengan biaya terjangkau   untuk   pasien-pasien dari negara  Eropa ,
peneliti  menemukan  beberapa  pasien positif bakteri NDM-1  dari   RS Chennai,  RS Haryana,  Banglades ,inggris , India, dan Pakistan. Beberapa orang Inggris yang positif terkena NDM-1
Bakteri NDM-1  kebal  antibiotik  carbapenems, antibiotik  carbapenems adalah   obat yang berfungsi sebagai  emergency untuk   mengatasi  infeksi yang diakibatkan kuman-kuman resisten seperti  C-Difficile dan  Methicillin-Resistant Staphyloccus Aureus (MRSA)

jenis  bakteri  yang resistan terhadap antibiotik   terus semakin   bertambah  mengakibatkan biaya penelitian pengembangan obat baru semakin  tinggi  dan  kesulitan  pengobatan ,
resistensi   antimikroba merupakan  mekanisme   alami akhir akhir ini   sebab  mikroba  mengembangkan mekanisme proses  mempertahankan diri dari  antibiotik ,  manusia juga ikut  mempercepat  proses    penyebarannya  dan resistensinya,    resistensi lebih cepat  daripada  kecepatan  penemuan obat antimikroba baru, menyebabkan  adanya perlombaan  setiap   muncul obat antibiotik  baru selalu diiringi  dengan resistensi  ,muncul lagi  obat antibiotik   baru  untuk mengatasi resistensi namun didahului  resistensi yang lebih cepat berkembang daripada  obat   ,
bakteri   yang resistan antara lain Salmonella typhi yang resistan terhadap  obat antibiotik  Streptococcus pneumonia  dan  chloramphenico , bakteri Mycobacterium tuberculosis yang sebelumnya   resistan sangat  rendah   terhadap obat   INH  maka kemudian  tingkat resistensinya meningkat   semakin tinggi, bakteri   Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis yang resistan   terhaap  banyak  obat  termasuk  obat  Methicillin, bakteri   Staphylococcus aureus resistan  terhadap obat Vancomycin,  resistansi terhadap antibiotik menjadi masalah yang serius   untuk mengatasi hal ini disarankan pada  setiap rumah sakit untuk   memiliki   peta kuman dengan pemeriksaan,dengan memiliki   peta kuman  maka akan  diketahui daftar  nama lengkap   kuman  beserta pengidapnya   bila  telah resistan dan  juga cara  mengatasinya ,

antibiotik tinja 

pakar penyakit menular asal Australia bdan Associate Profesor Patrick Charles, dari Department Penyakit Menular di Austin Health, Australia,mengungkapkan bahwa  ada bukti bahwa  transplantasi tinja mampu  mengakibatkan   pasien mewarisi   hampir semua  sifat  psikologis dan  fisik  dari  pendonornya , bahkan termasuk mewarisi bentuk tubuh ,peneliti   juga memberi  bukti  secara langsung   efek samping dari masalah  ini  di hadapan para ilmuwan  pada  kongres ‘Royal Australasian College of Physicians’ di Melbourne,sebelumnya  transplantasi tinja  sangat populer  guna mengatasi sindrom iritasi usus besar,  kelelahan kronis, parkinson’s, autisme , 

 bahwa metode  pengobatan ini sudah pernah diterapkan  pada  pengobatan medis  sejak tahun 1950 namun  saat itu hingga saat ini para peneliti  masih sedang mengamati  dampaknya,transplantasi tinja   dipakai  untuk mengganti bakteri usus dari orang yang memiliki  komplikasi sesudah  pemakaian  antibiotik dalam waktu lama, metode perawatan perawatan  yang  mengikutsertakan  transplantasi tinja pendonor ke dalam usus pasien guna  memperbaiki keseimbangan bakteri baik dan jahat,adanya perubahan dalam campuran bakteri  dalam tubuh anda  saat Anda memperoleh  transplantasi ini , kemudian akibat dari ini semua  adalah  membuat anda  mewarisi beberapa karakteristik pendonor,  anda   telah mewarisi bentuk tubuh pendonor, seperti  bila  pendonor mengalami kegemukan maka anda  akan menjadi seperti itu,
 beberapa orang yang tidak pernah merasa  memiliki  depresi  kemudian orang tersebut  memperoleh  transplantasi dari orang lain  yang memiliki   mental  depresi berat , orang itu  akhirnya mengalami depresi , sebelumnya peneliti mampu  menumbuhkan bakteri yang berbeda pada  sampel tinja, namun   dengan teknologi DNA, peneliti  menemukan   banyak hal  yang belum di ketahui,  banyak bakteri  tidak hidup berkembangbiak  di laboratorium sehingga peneliti  tidak mampu   mengidentifikasi sampel sampel tinja  , transplantasi tinja sekarang  ini bukan  sebagai  pengobatan umum,bila  seseorang memperoleh  resep antibiotik lalu  mengalami dan memiliki   bakteri jahat  di usus , maka ini diatasi dengan antibiotik, namun kadang antibiotik tidak berguna , sehingga  terpaksa  harus melakukan transplantasi tinja guna  memperbaiki kekurangan antibiotik,

Profesor Thomas Riley, salah seorang pakar bakteri Clostridium difficile di Australia,Doktor Thomas Louie dari Universitas Calgary di Kanada mengungkapkan bahwa  pengobatan pengobatan  antibiotik tradisional  membahayakan  perut pasien,oleh sebab itu  ada metode baru yaitu  transplantasi bakteri usus yang  terbukti berhasil,  mengatasi   bakteri  Clostridium difficile ini dengan standar antibiotik, akan  merusak flora di perut sehingga  infeksi  kambuh kembali ,

pengobatan bakteri Clostridium difficile dengan cara tradisional   menyebabkan  infeksi
Infeksi bakteri Clostridium difficile sangat berbahaya akibatnya, sebab   penderita akan mengalami   kegagalan fungsi ginjal,diare hebat, penurunan  berat badan, sebelumnya pasien yang mengidap  infeksi bakteri Clostridium difficile diatasi   dengan  transplantasi feses yaitu  memasukkan kotoran tinja yang berasal  dari orang  yang sehat kedalam  usus pasien  yang mengidap  infeksi bakteri Clostridium difficile  ,akhir akhir ini peneliti  berhasil menciptakan metode  mencuci sampel kotoran dari pendonor kemudian  menguranginya   hingga hanya tinggal bakteri bakteri  baik dan  penting yang kemudian dapat  ditelan , sebenarnya   pil ini  hanya berisi bakteri, yang didalam pil ini mirip selai kacang, pil ini  tidak  beracun tidak bau sebab  semua zat  beracun  zat tidak berguna telah  dibersihkan  dicuci   hanya menambahkan sedikit garam agar terasa  ringan, kemudian di masukkan ke dalam kapsul kapsul,  kapsul ini kemudian  akan mengeluarkan ribuan  bakteri di  dalam perut   pasien,metode terbaik guna  memperoleh  bakteri baik  adalah dengan  cara mengambil sampel tinja dari pendonor yang sehat yang dinamakan  sistem transplantasi dubur dasar , para  peneliti  harus  memastikan donasi feses yang akan dimanfaatkan  tidak mengandung bakteri yang   menulari  dan menyebabkan infeksi,  apakah mengandung  cacing  parasit , cacing pita,cacing gelang,cacing kremi,cacing tambang atau tidak,  para pendonor   berasal  dari anggota keluarga pasien,  bukan orang asing,  orang tidak dikenal,tetangga, musuh, orang lain,  transplantasi feses sudah  berhasil, hasil transplantasi feses sudah  bagus,  95 %  lebih baik dari pada pengobatan dengan  obat-obatan,

overdosis  atau penyalahgunaan obat obatan  antibiotik yang  secara berlebihan  dikonsumsi mampu  melenyapkan  bakteri  baik di  usus ,mual ,mules ,perih ,kembung , oleh sebab itu perlu  memanfaatkan bahan bahan alamiah saja   sebagai antibiotik alami yang aman tidak berdampak apapun namun  juga efektif melenyapkan  bakteri , virus , jamur yaitu antara lain:
- madu ini sejak   ribuan tahun  dipercaya  sebagai anti-septik,antibiotik,  anti-mikroba,anti bakteri, anti-inflamasi, madu memiliki campuran  polifenol ,hidrogen peroksida, keasaman, efek osmotik, gula,
- kubis dan daun kubis  ini sejak   ribuan tahun  dipercaya mampu  mengatasi  
 senyawa belerang,  kista fibro dan nyeri payudara karena menstruasi, 
- kunyit   kaya  kurkuminoid ini sejak   ribuan tahun  dipercaya mampu  menjadi  
 anti-inflamasi dan anti-oksidan , Kurcumin merupakan  zat bioaktif yang mampu mengatasi  peradangan di tingkat molekuler dengan jalan menghentikan  molekul tertentu yang masuk dan merusak  fungsi seluler ,
- cabe  kaya  capsicum ini sejak   ribuan tahun  dipercaya mampu  mengatasi   efek anti jamur  antibiotik, tidak sampai disitu saja bahkan cabai rawit mampu  mengatasi vulvovaginitis, yaitu  infeksi yang terjadi pada wanita,
- Bawang putih kaya  senyawa  allicin  ini sejak   ribuan tahun  dipercaya mirip dengan penisilin antibiotik  antioksidan yang  mampu  mengatasi   virus,  parasit,  jamur ,

resistensi antibiotika merupakan resiko   yang harus ditanggung sendiri   bila salah  dalam pemakaian  antibiotika oleh sebab itu sebelum mengonsumsi antibiotik harus diperhatikan  peraturan  cara  mengonsumsi antibiotika yang benar ,yaitu :
- hindari  mengonsumsi  antibiotika sisa  sisa dari obat lama,
-hubungi dokter bila sakit berlanjut
- simpan obat dalam kulkas
-habiskan obat yang sudah   diresepkan dokter walaupun    kesehatan sudah  membaik,  bila tidak maka akan  menyebabkan  kekambuhan,bakteri  menjadi resisten sehingga antibiotika tidak akan bermanfaat jika seseorang terkena penyakit yang sama,
- minumlah  obat sesuai  dosis  anjuran dokter,
- hindari  mengkonsumsi   dosis dobel guna  menutup kelupaan  jadwal  minum obat , terus  saja minum obat seperti biasa   sesuai anjuran dokter , lewati  saat saat   yang kelupaan ,
- hindari  berbagi antibiotika dengan orang lain,
bila menyalahgunakan dosis  antibiotik antibiotik trimetoprim,  sulfonamid,eritromisin, flucloxacillin, nitrofurantoin, mengakibatkan kerusakan hati,
bila menyalahgunakan dosis  antibiotik  antibiotik Golongan amoxycillin , kelompok makrolod mampu  menyebabkan  allergic hepatitis peradangan hati,
bila menyalahgunakan dosis  antibiotik  antibiotik golongan aminoglycoside, imipenem (meropenem), ciprofloxacin akan mengakibatkan  gangguan ginjal,
bila menyalahgunakan dosis  antibiotik  secara terus menerus  akan mengganggu
 perkembangan kuman anaerob, bakteri gram positif, bakteri gram negatif, mengganggu  jamur  untuk  proses pencernaan dan penyerapan makanan ,
 bakteri dalam  usus  membantu pembentukan vitamin B dan K dan  proses pencernaan , anak yang kelebihan antibiotik  akan muncul  iritasi di  usus akibat zat kimia  antibiotik ,diare, sistem pencernaan terganggu ,  kekurangan vitamin K yang  mencegah perdarahan, diare dikarenakan  matinya  kuman yang  menjaga ketahanan usus agar  bakteri jahat tidak  menguasai usus, adanya  kuman ,bakteri, parasit, atau jamur  yang resisten, disebabkan overdosis antibiotik,  bila   renik renik itu   diserang terus-menerus, akan muncul  sistem pertahanan  dengan cara bermutasi atau berubah bentuk sehingga sulit lenyapkan  oleh antibiotik,kuman ,bakteri, parasit, atau jamur  yang resisten  dinamakan  superbugs, Infeksi akibat superbugs ini membutuhkan penanganan    melalui cairan infus, pasien disarankan  tidak  meminta  antibiotik bila memiliki  penyakit infeksi virus seperti flu, pilek,  batuk,
bila  pemberian antibiotik dilakukan secara  berulang-ulang  pada anak ,maka anak akan jadi mudah sakit , merusak sistem kekebalan tubuh,  mengakibatkan  alergi  ,gangguan napas,kerusakan gigi, demam, diare, muntah, mual, mulas, ruam kulit, gangguan saluran cerna, pembengkakan bibir ,pembengkakan  kelopak mata,  bila menyalahgunakan dosis  antibiotik  kloramfenikol maka   antibiotik  kloramfenikol mampu  mengikis  sumsum tulang sehingga produksi sel-sel darah menurun

penyalah gunaan  antibiotik 

Dr.Jane Garbutt, peneliti dan dokter anak dari Washington University School of Medicine
peneliti dari University of British Columbia,Brett Finlay, ahli mikrobiologi dari University of British Columbia ,Marc Ouellette, Direktur Ilmiah dari CIHR  yang  didanai oleh Canadian Institute of Health Research (CIHR) seperti yang tertulis pada  journal EMBO report  mengungkapkan bahwa mengonsumsi  antiobiotik sembarangan tanpa resep konsultasi dokter menyebabkan  resistensi kuman terhadap obat antibiotik, tidak sampai disitu saja 
mengonsumsi  antiobiotik sembarangan tanpa resep konsultasi dokter meningkatkan  potensi keparahan penyakit asma alergi ,mengonsumsi  antiobiotik sembarangan tanpa resep konsultasi dokter menyebabkan  kerusakan  bakteri pada usus sehingga  menimbulkan   penyakit asma,paparan antibiotik dapat memicu perkembangan asma ini pun telah dibuktikan oleh beberapa peneliti,peneliti juga  meneliti bagaimana efek  dua jenis antibiotik yaitu  streptomisin dan vankomisin, mampu  mempengaruhi ekosistem bakteri dalam usus,sebab  vankomisin mampu  mengubah komunitas bakteri di dalam usus dan meningkatkan keparahan dari asma pada tikus sebagai hewan percobaan,sedangkan   antibiotik pada tikus dewasa tidak mempengaruhi kerentanan tikus terhadap asma, potensi resiko penyakit asma akan mudah  dialami  lebih dari  jutaan  orang di seluruh dunia khususnya pada  anak-anak yang berdiam  di negara industri,sebab di dalam usus manusia ternyata terbukti  terdapat lebih dari  100 triliun bakteri,yang terdiri dari  lebih dari 1.000  spesies jenis  bakteri,pembaharuan sanitasi dan penggunaan  antibiotik secara global , diperkirakan  sebagai  salah satu penyebab musnahnya  spesies bakteri yang  baik dan bermanfaat  di dalam usus manusia  yang mungkin bakteri ini berperan dalam sistem kekebalan tubuh , mikroba  merupakan tokoh utama yang berperan   penting dalam kesehatan manusia , gangguan pada bakteri berhubungan dengan kualitas  kesehatan manusia yang menurun ,,

 Resistensi Bakteri pada Antibiotik

Evgeny Nudler dari Langone Medical Center, Amerika  mengungkapkan bahwa bakteri jaman sekarang seperti bakteri methicillin-resistant Straphylococcus aureus atau MRSA semakin lama semakin licik mampu mengelabui  antibiotik,   dinamakan  bakteri kebal, beberapa bakteri patogen  memproduksi nitric oxide yang menghasilkan  enzim sehingga resisten terhadap antibiotik, selanjutnya  bakteri kebal  berkembang biak, peneliti berusaha menciptakan obat guna mengurangi enzim  agar antibiotik  kuat, antibiotik melenyapkan  bakteri dengan menghasilkan  partikel bernama spesies reaktif oksigen ( oxidatif stres) ,antibiotik menyebabkan  bakteri menghasilkan  lebih banyak jenis reaktif oksigen,  ini bisa mematikan semua bakteri juga  merusak DNA , Nitric oxide dihasilkan bakteri guna melindunginya dari spesies reaktif oksigen oxidatif stres,obat anti peradangan dengan komponen  sintetis nitric oxide inhibitor dapat dipakai guna mengurangi produksi  nitric oxide yang dihasilkan bakteri, sehingga kekuatan bakteri untuk melawan antibiotik  berkurang,

mengonsumsi antibiotik dan alkohol 

mengonsumsi antibiotik dan alkohol sekaligus berdampak negatif  tergantung  jenis antibiotiknya,alkohol tidak  mengurangi khasiat antibiotik,namun masing masing antibiotik dan alkohol memiliki  dampak  sama seperti pusing,  ngantuk,bila dikonsumsi bersama sama akan pusing ngantuk semakin parah,yang  tidak boleh dicampur  alkohol yaitu jenis antibiotik  seperti trimethoprim sulfamethoxazole, metronidazole, tinidazole,sebab memicu jantung berdetak keras, sesak napas,
alkohol mampu mengurangi khasiat  jenis antibiotik  doxycycline, 

antibiotik

seperti yang tertulis pada  Canadian Medical Association Journal ,peneliti University of Montreal, Quebec  mengungkapkan bahwa  penyakit ISK atau infeksi saluran kemih disebabkan serangan bakteri ,namun harus hati hati dalam memilih obat antibiotik ,untuk mengobati ISK sebab beberapa obat antibiotik  jenis antibiotik seperti metronidazol, sulfonamida,makrooksida, kuinolon, tetrasiklin memicu kelahiran prematur atau berat lahir rendah, risiko keguguran di awal kehamilan usia kehamilan di bawah 14 minggu bila digunakan berlebihan secara terus menerus tanpa resep dokter,namun obat antibiotik  penisilin seperti Augmentin, ampisilin, amoksisilin sangat aman dikonsumsi  wanita hamil,

alexander fleming sebagai  penemu salah satu jenis antibiotik penisilin mengungkapkan bahwa overdosis  obat mengakibatkan  resistensi bakteri, tidak semua penyakit memerlukan antibiotik ada beberapa penyakit yang tidak terlalu memerlukan  antibiotik ,antara lain yaitu :
-flu,  batuk ,pilek  disebabkan oleh virus,  antibiotik tidak mampu mengatasi  virus, 
-antibiotik diberikan ketika  gejala radang tenggorokan berlangsung lebih dari 10 hari,
-sinusitis  disebabkan oleh virus,sinusitis dapat sembuh tanpa pengobatan sesudah  1 minggu,
-umumnya penyakit infeksi telinga dapat  sembuh sendiri dalam 3 hari tanpa  antibiotik, Antibiotik hanya diberikan pada anak anak yang  mengalami infeksi  berat, 
-antibiotik tidak mengatasi gatal,kemerahan gejala eksim ,antibiotik diberikan ketika ada infeksi bakteri seperti luka penuh nanah benjolan 
-mata merah bisa disebabkan oleh virus yang akan hilang dalam waktu 10 hari, antibiotik hanya diberikan pada mata merah yang menularkan bakteri ,
Antibiotik  tidak efektif untuk virus flu,  infeksi jamur, Antibiotik hanya untuk bakteri,reaksi alergi  hipersensitivitas antibiotik bisa terjadi pada obat apapun,  alergi ringan gejalanya  ruam kulit, sedang  alergi  parah dinamakan  anafilaksis  yang gejalanya pembengkakan lidah, wajah, bibir ,sesak napas, mengi, gatal-gatal, 
antibiotik menimbulkan beberapa reaksi dampak buruk ,yaitu antaralain:
- Antibiotik fluoroquinolones, sulfonamid, penisilin, sefalosporin, menyebabkan Toxic Epidermal Necrolysis dan Sindrom Stevens-Johnson ,
dengan gejala luka pada selaput lendir, ruam, kulit terkelupas, 
- alergi nekrolisis epidermal toksik ,Sindrom Stevens-Johnson ,Toxic Epidermal Necrolysis, akibat  obat obatan  untuk mengatasi  gangguan kulit dan gangguan selaput lendir
-antibiotik yang  diberikan secara intravena dalam pembuluh darah,  menimbulkan  reaksi situs dan flebitis (radang pembuluh darah) 
 pembuluh vena dan daerah yang terkena jarum intravena menyebabkan  kulit panas,merah, bengkak ,oleh sebab itu  jarum harus dicabut dan dimasukkan kembali di tempat lain guna  membersihkan reaksi tempat suntikan ini,
pasien penerima antibiotik dapat mengalami diare disebabkan adanya pembasmian flora usus normal sebagai dampak  dari antibiotik yang dikonsumsi, keracunan antibiotik  memicu  pertumbuhan bakteri menular  Clostridium dificile,antibiotik yang memicu diare yaitu cefixime, amoksisilin klavulanat, ampisilin, tetracycline,eritromisin,klaritromisin,azitromisin,fluoroquinolones,sefalosporin,antibiotik mengubah keseimbangan flora normal dalam organ vital wanita,

yang dampaknya  pertumbuhan jamur Candida albicans  dalam organ vital wanita ,mulut,kulit,saluran pencernaan,namun tidak mengakibatkan penyakit dan gejala,pemberian  antibiotik akan mengakibatkan  jamur  berkembang pesat,







loading...
loading...
loading...