xtoyol: bau badan dan deodorant
Showing posts with label bau badan dan deodorant. Show all posts
Showing posts with label bau badan dan deodorant. Show all posts

Monday, August 27, 2018

bau badan dan deodorant

bau badan

bau badan 

guna mencegah bau badan ada  deodoran alami yang mampu mencegahnya , yaitu antaralain:
-Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
menggosokan air perasan  jeruk nipis pada ketiak untuk digunakan sebagai  penghilang  bau badan, -Jahe (Zingiber officinale) dan Cengkih (Eugenia aromatica)
 Pen Chao Cing, Kaisar Shen Nong di daratan China  pada 3000 SM menggunakan jahe segar untuk  menghilangkan bau badan dengan cara diminum,air rebusanya, 
- Mentimun (Cucumis sativus)  
tanaman ini mengandung kalsium, zat besi, magnesium. mampu menurunkan demam, juga sebagai  penghilang  bau badan,
-Daun beluntas (Pluchea indica)
daun  ini mampu mengurangi   bau badan, daun ini   hanya berkhasiat bila dimakan mentah mentah,  rasanya  getir baunya langu  selain itu  juga  menurunkan suhu tubuh ,
-Daun kemangi (Ocimun bassilicum)
Daun ini  mengandung minyak atsiri  sebagai antiseptik  ,yang mampu mengurangi   bau badan,  daun ini   hanya berkhasiat bila dimakan mentah mentah,  rasanya  getir baunya langu
-Rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza)
temulawak mengandung senyawa  minyak atsiri,Sapomin, flavoinoida, yang mampu mengurangi   bau badan,  tanaman  ini   hanya berkhasiat bila dikonsumsi  langsung dengan cara direbus untuk diminum airnya, 
-Bunga kecombrang (Nicolaia speciosa)
tanaman ini mengandung  sapomin, flavoinoida, polifenol rebus daun mudanya untuk dibuat bahan sayuran ,yang mampu mengurangi   bau badan,  
-Jeruk purut (Citrus bystrix)
minum perasan Kulit jeruknya  yang  mengandung minyak atsiri untuk digunakan sebagai  penghilang  bau badan, 

deodorant antipespirant

seperti dalam usus,kulit manusia ada penghuninya yaitu  mikrobiome,   komposisi tepat dari bioma kulit memengaruhi kemampuanya sebagai benteng pertahanan dalam melawan patogen, ini merupakan hasil penelitian setelah peneliti   selama 2 minggu  mengikutsertakan 18 relawan  guna  diambil sampel  ketiaknya, 5 relawan  memakai  antipespirant secara teratur,6 relawan tidak memakai  deodoran antipespirant,6 relawan memakai deodoran secara teratur,hari pertama para relawan  wajib melakukan  aktivitas , pada hari kedua hingga ketujuh  para relawan  diwajibkan  tidak memakai deodorant, 
dua hari terakhir para relawan wajib  memakai  deodorant yang mengandung alumunium zirkonium tetrachlorohydrex gly, hasil penelitian ini  mengatakan sendiri  bahwa  antipespirant  menimbulkan dampak  pada jumlah mikroba di ketiak,namun bila  sesudah  beberapa  hari tidak memakai  antipespirant ,para relawan  mempunyai  koloni bakteri yang lebih sedikit dibandingkan dengan pemakai deororant maupun yang tidak memakai deororant,Jumlah  bakteri semakin bertambah  ketika  para relawan  tidak memakai deodorant ,saat para relawan diwajibkan  memakai  antipespirant pada dua hari terakhir, jumlah bakteri  berkurang,50  relawan  yang tidak memakai deodorant  apapun akan mempunyai 10 %  bakteri jenis lain, 10 %  mempunyai  bakteri Corynebacteria ,  10 %  mempunyai bakteri Staphylococcaceae,  
Corynebacteria merupakan  jenis bakteri penyebab bau badan, 
Hasil yang berbeda ditemukan pada orang-orang yang menggunakan
para relawan yang memakai  antipespirant secara teratur sejak awal,  akan mempunyai 10 %  bakteri lain, 50 %  Staphylococcaceae, 10 %  Corynebacteria,