Showing posts with label diabetes tipe 1 dan tipe 2. Show all posts
Showing posts with label diabetes tipe 1 dan tipe 2. Show all posts

Tuesday, July 17, 2018

diabetes tipe 1 dan tipe 2

diabetes tipe 1 dan tipe 2

diabetes tipe 1 dan tipe 2

hingga kini  pengidap diabetes  dunia dalam  mengendalikan  gula darahnya hanya  bergantung pada  suntikan insulin,serbuk insulin juga obat saja , sebelumnya hormon insulin hanya  masuk darah melalui  suntikan, ataupun obat minum ,oleh sebab  insulin  rusak dalam  perjalanannya pada  saluran pencernaan sehingga pengobatan cara lama tidak efektif,  namun 
tahun 2006 Badan Obat dan Makanan Amerika (FDA) mengijinkan produk  yang  disedot lewat hidung melewati  darah melalui paru-paru, seperti   obat sedot sesak napas sehingga pasien diabetes dapat  menyedot insulin lewat  hidung, 
sebelumnya peneliti  juga pernah  membuat sejenis  pompa insulin , plester insulin, namun  semua kurang praktis belum efektif  bahkan belum   berhasil, 
bila  diabetes tipe 2  maka penyakitnya  baru muncul sesudah seseorang  berusia lanjut, 
sebelumnya penelitian  sejak tahun 1925,telah merancang  yang namanya  insulin sedot hidung  inhaled insulin  ,tetapi sayangnya saat itu prasarana penunjang di dalam dunia teknologi farmasi belum mendukung sepenuhnya , 
pada saat itu  serbuk insulin hanya bisa  tersangkut di kerongkongan saja, sehingga  gagal menuju  paru-paru, yang pada ujung ujungnya  tidak  diserap   darah,
bagaimana  agar kelenjar yang ada  di dekat lambung   berproduksi, 
Ujian demi  ujian yang  harus dijalani oleh   insulin sedot hidung selama  hampir  5  tahun akhirnya tidak sia sia , insulin sedot hidung  akhirnya memenangkan keberhasilanya  dengan nilai  memuaskan, tidak disangka Insulin ini ternyata mampu  memasuki darah sesudah  melalui  paru-paru, bahkan para peneliti banyak yang putus asa akan keberhasilan ini  sebelumnya,  kegagalan demi kegagalan dilalui dalam perjalananya hingga terus menerus  dilakukan penyelidikan   namun  berkat  teknologi  sangat tinggi, akhirnya berhasilah  tercipta  serbuk insulin yang  dihirup hidung pada akhirnya ,  keberhasilan  serbuk insulin dalam  melewati berbagai macam halangan rintangan di  paru-paru, yang akhirnya sampai pada tujuan perjalananya yaiti  diserap oleh darah, untuk mempersiapkan kematangan hasil penelitian ini  lebih dari 2.000 relawan  dilibatkan dalam penelitian  ,
sebelumnya produk obat  insulin pada diabetesi turunan Tipe1 tidak berproduksi,  
dengan teknologi rekayasa genetik diharapkan dapat  membantu bagaimana agar kuman tipe  tertentu dapat  dimodifikasi  agar bisa  diperintah untuk menghasilkan  insulin, kemudian dibantu   teknologi kloning untuk  menciptakan  pankreas baru yang diambil dari hasil  kloningan sebagai organ  pengganti, 
pemberian pasokan insulin dari luar  masih dapat di harapkan  untuk penderita diabetes Tipe 1 ,  diabetes turunan  Tipe 1 sudah ada  sejak bayi , sebab  pankreas  tidak mampu  berproduksi insulin, kurangnya  insulin pada diabetes tipe 1  ini tidak bisa  di munculkan   dengan obat , berbeda dengan  diabetesi Tipe 2 yang bisa diatasi dengan obat , sehingga  para penderita  diabetesi Tipe 1 sangat ketergantungan  pada insulin setap hari juga  terpaksa  4 kali sehari sering  menyuntikkan  sendiri  insulin dari dokter , suntikan insulin  tidak praktis, terutama bagi penderita  diabetes Tipe 1   yang takut disuntik, maka suntikan insulin menjadi trauma apalagi rasa sakit yang dialami selama proses suntik ,  teknik menyuntik yang salah ,  Insulin sedot hidung ini bagi diabetesi Tipe 1 atau Tipe 2, Insulin sedot hidung ini  memasuki darah, serbuk insulin melalui paru-paru kemudian menuju ke darah, uji klinis membuktikan bahwa   insulin sedot hidung tidak mempengaruhi  paru-paru, 
penderita  penyakit Diabetes Mellitus yang disebabkan  berlebihannya kadar gula dalam darah  dianjurkan mengurangi konsumsi makanan berlemak dan makanan yang mengandung  santan  ,dianjurkan mengurangi konsumsi   buah buah  manis , seperti nangka,nanas,sawo, rambutan,  anggur, jeruk manis,  namun kiwi, apel, pir, pisang ambon,  boleh dimakan , gejala  tanda  seseorang  menderita penyakit ini , yaitu  sering buang air besar, lapar, sering haus, 
Dr. Miriam Ryan, dari CHU Angers, Perancis, mengungkapkan bahwa
penderita diabet tidak melaporkan secara lengkap apa yang di makan, kelebihan berat badan para penderita diabet     menyulitkan dokter dalam mengatasi penyakit, 
  makan yang berlebihan   membuat gemuk para penderita diabet   tipe 1 dan tipe 2 yang mengikuti  terapi insulin,  dengan kenaikan  berat badan hingga  5 kilogram , 
naiknya  berat badan ini juga dipicu  meningkatnya gula darah pasien   ,melambatnya metabolisme tubuh pasien , kurang gerak, 
seperti yang tertulis pada Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism , Drs. Cathie J. Bloem dan Annette M. Chang peneliti dari University of Michigan, Amerika Serikat manfaat berolah raga bagi seseorang yang lanjut usia yaitu sesudah  1 minggu berolahraga ada perbaikan  pada fungsi sel beta pembuat insulin  
normalnya  fungsi sel beta  menurun seiring bertambahnya usia, 
semakin bertambah usia semakin berkurang sensitifnya terhadap efek insulin yang mengendalikan  gula darah sehingga  ada gangguan  sekresi insulin. 
olahraga  meningkatkan sensitivitas insulin, masih belum diketahui  bagaimana  fungsi sel beta berhubungan dengan olahraga, 
peneliti meneliti 12 relawan olahragawan  berusia lebih 60 tahun , hasilnya fungsi sel beta   indeks disposisi  meningkat hingga 28 persen,  sensitivitas  terhadap insulin meningkat hingga 53 persen  tak ada perubahan pada  kadar lemak darah, 
- Ketoasidosis diabetik
Ketoasidosis diabetik (KAD) adalah memperparah   penyakit diabetes mellitus , infeksi sepsis menyebar ke seluruh tubuh yang dialami penderita diabet sebagai pemicu Ketoasidosis diabetik , Sepsis merupakan  kumpulan sind rom respons inflamasi sistemik (SRIS) , (SRIS) merupakan  tanda  yang muncul oleh sebab  respons peradangan di seluruh tubuh,  yang dikarenakan  infeksi  masuknya kuman ke dalam tubuh, Ketoasidosis diabetik   memiliki gejala  adanya  benda keton dalam darah , gula darah  tinggi, kondisi darah yang asam (pH rendah), akibatnya penderita akan tekanan darah menurun, kekurangan cairan tubuh dalam jumlah banyak,tidak sadar, gangguan pernapasan, hingga kematian , saat mengalami Ketoasidosis diabetik maka tubuh  mengalami kekurangan cairan parah hingga jumlah darah tubuh berkurang,  guna mengukur tinggi rendahnya  potensi Ketoasidosis diabetik  dengan cara mengukur  tingkat kesadaranya dan kadar laktat darah nya ,hasil pengukuran  yang ber risiko tinggi disarankan  mengendalikan gula darah di bawah 150 miligram per desiliter ,  menjalani terapi cairan dengan memakai  protokol Rivers selain  protokol pengobatan KAD ,
gejala diabetes  yaitu lelah,berat badan turun,mudah haus,banyak kencing pada malam hari, mudah lapar,para penderita Ddiabetes ,kadar glukosa gula darah  lebih dari 126 mg/dl atau kadar glukosa gula darah 2 jam setelah  makan lebih dari 200 mg/dl, takaran normalnya,kandungan kadar glukosa gula darah pada  manusia kurang dari 100 mg/dl ,  kadar glukosa gula darah 2 jam sesudah  makan kurang dari 140 mg/dl,bila tidak diatasi,diabetes akan menjadi diabetes tipe dua,  dampak diabetes adalah kelainan pembuluh darah ,komplikasi saluran kemih ,komplikasi saluran ginjal, neuropathy, stroke, kelainan jantung,kelainan saraf kaki,
Vildagliptin ditemukan oleh perusahaan farmasi Novartis  di Swiss,
sebelumnya pengobatan diabetes hanya dengan insulin  atau hormon yang mampu menurunkan kadar glukosa darah  saja, namun glukagonnya  yaitu zat yang menyebabkan naiknya kadar glukosa darah  tidak dapat diatasi,  namun kini telah ada Vildagliptin  obat  diabetes baru,yang aktif 
 sebagai inhibitor protein Dipeptidyl Peptidase-4 (DPP-4 Inh) yang efektif, Vildagliptin  memperbaiki fungsi sel beta pankreas  yaitu sel sensitivitas insulin yang menghasilkan  insulin dan sel alfa pankeras  yang menghasilkan glukagon, Vildagliptin sebagai satu satunya zat yang bekerja terhadap sel alfa, berdampak menghasilkan  farmakologik yang berguna  memperbaiki fungsi sel beta yang rusak, Valdigliptin  meningkatkan fungsi pankreas dengan cara memperbaiki sensitifitas sekresi insulin terhadap glukosa juga memperbaiki sensitifitas sekresi glukagon terhadap glukosa, penderita diabetes   mengalami kekurangan insulin, kekurangan hormon inkretin,yaitu hormon yang disekresi saluran usus ketika makanan masuk,ini berfungsi mengatur  glukosa darah,inkretin merupakan tokoh utama  yang memperbaiki fungsi keseimbangan antara  insulin dan glukagon,
kekurangan  hormon inkretin dapat  menyebabkan  glukagon dan insulin tidak seimbang, penyebab berkurangnya inkretin karena adanya  protein DPP-4 yang bertugas  memecah inkretin, dengan adanya  inhibitor penghambat  DPP-4,akan tercipta  keseimbangan  sehingga  organ pankreas berfungsi dengan baik,hasil penelitian ini  mengatakan sendiri  bahwa  pasien yang diberi vildagliptin 50mg  maka  sel betanya lebih sensitif terhadap glukosa dibandingkan yang tidak,
hiperglikemia adalah  berkurangnya kadar hormon insulin dalam tubuh sehingga seseorang  mengidap diabetes,kadar gula darah yang tinggi selama bertahun-tahun mengakibatkan  komplikasi,  pada ginjal, mata, jantung,  komplikasi diabetes pada mata menyebabkan  kebutaan yang dinamakan retinopati diabetik,pada retinopati diabetik akan terjadi kerusakan lapisan saraf mata atau pembuluh darah retina  sehingga  muncul  penumpukan cairan yang mengandung lemak juga  pendarahan pada retina, retinopati diabetik dipengaruhi oleh durasi penyakit dan tipe diabetes melitus  sebagai  penyebab kebutaan retinopati diabetik berada di urutan ke 4 sesudah  katarak, degenerasi makula AMD.age-related macular degeneration dan glaukoma, insuln dependent atau juvenile DM ,  disebabkan  kerusakan sel beta pada pankreas, 

vitrektomi mampu mencegah kerusakan  penglihatan,pemberian obat,  golongan kortikosteroid dan Anti-VEGF  VEGF=vascular endothellial grwowh factor ,yang berguna menghentikan pertumbuhan neovaskular mengurangi edema makula ,namun ini  hanya  mencegah, komplikasi diabetes dapat dicegah dengan skrining telemedicine untuk mengatasi diabetes dan retinopati diabetik pembedahan  vitrektomi, adalah  prosedur  bedah mikro guna membersihkan perdarahan badan kaca, membebaskan retina dari segala tarikan akibat pertumbuhan neovaskular dan mengaplikasikan sinar laser secara langsung di dalam bola mata.
diabetes  tipe 2  non-insulin dependent, disebabkan oleh resistenya   seseorang yang berusia lanjut  terhadap insulin ,pengidap  diabetes  tipe 2  selama kurang dari   5 tahun, akan  mendapat retinopati diabetik,pengidap  diabetes tipe1  selama lebih dari  5 tahun, akan  mendapat retinopati diabetik,pasien retinopati diabetik kebanyakan tidak mengalami gejala , kalaupun ada gejala  sudah dalam tahap  berat hingga terjadi perdarahan badan kaca,retinopati diabetik dibedakan menjadi proliverative diabetic retinnopathy  dan  non-proliferative diabetic retinopathy non-proliferative diabetic retinopathy merupakan tahap awal yang  ringan dengan gejala adanya  kebocoran pembuluh darah, perdarahan retina, kemudian   penutupan  kapiler darah retina, 
retina kekurangan nutrisi dari darah dan suplai oksigen , 
tahap selanjutnya yaitu proliverative diabetic retinnopathy yang terjadi karena retina yang rusak bereaksi  membentuk pembuluh darah baru yang  neovaskular,  neovaskular atau pembuluh darah liar  ini rapuh , mudah pecah sehingga suatu ketika  dapat berdarah ke dalam badan kaca yang mengisi rongga mata,perdarahan badan kaca atau pendarahan vitreus,ini mengakibatkan  pasien  penglihatannya kabur, 

tanda lain  retinopati diabetik yaitu  menumpuknya cairan di  pusat retina, atau  makula, dinamakan edema makula, sehingga penglihatan kabur,jaringan neovaskular yang terus bertumbuh  proliferatif pada proliverative diabetic retinnopathy  berpotensi menarik retina sehingga terlepas  dinamakan ablasi retina,  Ablasi retina pada retinopati diabetik menyebabkan  kebutaan , pada prosedur  pemeriksaan, mata  ditetesi obat  sehingga  pupil melebar selanjutnya  dokter mata memeriksa  retina dengan pencitraan ,fotokoagulasi laser pada retina adalah terapi untuk retinopati diabetik guna  menutup kebocoran pembuluh darah retina, fotokoagulasi  mampu mencegah pembentukan neovaskular, mengurangi edema makula,sehingga mengurangi risiko buta hingga 80%, 

Gejala gejala  diabetes  seperti impotensi,keputihan,penglihatan buram,sering mengantuk , sering haus, sering lapar, sering buang air kecil, berat badan turun tanpa diketahui penyebabnya, cepat lelah, luka sukar sembuh, gatal, kaki atau tangan terasa baal atau kesemutan,
namun mudah mengantuk juga  menjadi gejala  penyakit  hipotiroid yaitu sebuah kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan  cukup hormon tiroid, 

loading...
loading...
loading...