xtoyol: glaukoma
Showing posts with label glaukoma. Show all posts
Showing posts with label glaukoma. Show all posts

Tuesday, July 17, 2018

glaukoma

glaukoma

glaukoma

seperti yang tertulis pada British Journal of Ophthamology  , Naveed Sattar,  profesor kedokteran metabolik di University of Glasglow,Melanie Hingorani dari Royal College Ophthalmologist yang tak telibat  penelitian ,Anne Coleman, co-author penelitian dari University of California, Los Angeles mengungkapkan bahwa Glaukoma adakah kenyataan dimana   tekanan cairan di dalam mata merusak saraf optik, bila tidak ditangani dengan cepat maka mengakibatkan  kebutaan ,  glaukoma dapat terjadi pada bayi dan  anak-anak,
juga potensi  glaukoma mampu bertambah  tinggi  seiring  semakin bertambahnya usia,  ini merupakan hasil penelitian  di Amerika Serikat   dimana peneliti  sudah pernah menganalisa  hasil pemeriksaan mata  1.678 pasien  umur  40 tahun ke atas,juga sudah pernah menganalisis data dari survei kesehatan dan gizi yang diadakan secara  nasional dari tahun  2005 hingga 2006, survei ini mengandalkan pasien  yang melaporkan sendiri apa yang mereka minum  peneliti juga pernah  menganalisa pengalaman pasien  mengenai  seberapa banyak  konsumsi minuman es teh, es  kopi, teh panas,  kopi panas , minuman kopi kaleng, 
dalam penelitian lanjutan   total, 84 pasien   ternyata mengidap glaukoma, dimana sebagian besar disebabkan  karena  diabetes, juga  jarang  merokok, hasil penelitian menemukan bahwa  tidak adanya keterkaitan  antara glaukoma dengan  minum  minuman es kopi,es teh  ,kafein,teh panas, namun konsumsi secara rutin rajin 1 cangkir   teh panas setiap hari  menyebabkan berkurangnya  glaukoma,kebiasaan minum teh panas dengan  turunya  risiko glaukoma tidak terpengaruh faktor usia, kegemukan , merokok, dan diabetes ,senyawa kimia  dalam teh panas seperti flavanoid dan antioksidan berdampak pada  efek pencegahan penyakit,teh berkafein  lebih kaya  antioksidan,
Jae Kang  sebagai asisten profesor kedokteran di Brigham and Women's Hospital and Harvard Medical School di Boston mengungkapkan bahwa Glaukoma merupakan  kondisi  dimana mata mengalami peningkatan jumlah cairan di bagian depan mata, mengakibatkan saraf optik mata rusak dan  tekanan pada mata hingga  kehilangan penglihatan, 
meskipun hasil penelitian ini bukanlah hubungan sebab-akibat , namun peneliti meyakini bahwa  hanya dengan menginsumsi sayuran sayuran  berdaun hijau setiap hari minimal 500 gran dapat menurunkan risiko glaukoma sebesar  20 %,  zat nitrat oksida mengatur aliran darah ke mata  ,penderita glaukoma disebabkan gangguan aliran darah ke saraf optik mata ,namun sayuran  hijau mengandung nitrat, nitrat dari sayuran sebagai  prekursor untuk nitrat oksida,ini merupakan hasil penelitian para peneliti yang melibatkan   data dari  41.000 para  peserta  Health Professionals Follow-up Study dari tahun 1986 hingga  tahun 2014,juga  data dari  64.000 para  peserta Nurses' Health Study dari tahun  1984 hingga tahun 2012,  dimana  semua peserta pria dan wanita telah  berusia 40 tahun ke atas,  namun dimana pada  awal penelitian, mereka semua peserta  tidak  ada yang menderita glaukoma sama sekali ,akhirnya setelah   25 tahun penelitian diperoleh hasil   1.500 peserta ternyata  menderita glaukoma, selanjutnya  peneliti menganalisa  pola gaya makan makanan  para peserta, peserta dibagi menjadi  5 golongan , di mulai dari yang paling sering  makan  sayuran hingga yang tidak pernah makan sayuran, Glaucoma Research Foundation mengungkapkan bahwa  glaukoma adalah  penyakit  mata yang pelan pelan mengakibatkan kemampuan   melihat menjadi  berkurang ,  glukoma disebabkan  meningkatnya tekanan di dalam mata sehingga merusak saraf optik, glaukoma dapat  dicegah dengan obat atau operasi,  penyakit ini tanpa menimbulkan tanda  gejala sehingga tanpa disadari   penglihatan  telah hilang, 2  tipe glaukoma, namun yang banyak terjadi  adalah yang diderita para  lanjut usia,  sedang gejala glaukoma yang telah parah  yaitu hilangnya penglihatan tepi secara berangsur-angsur, kerusakan  saraf optik berlangsung  sangat lambat  tanpa rasa sakit,   orang yang berusia di atas 40 tahun, rentan mudah diserang glukoma , ditambah memiliki  riwayat glaukoma dalam keluarganya , pernah menderita penyakit radang mata atau tumor mata,mengidap diabetes , mengidap hipertensi,  glaukoma dari  faktor genetik merupakan  tipe glaukoma primer ,  selain ada penyebab lain  seperti seseorang yang mengidap  penyakit kronis,  diabetes, hipertensi,  jantung,kecelakaan kecelakaan  sekitar  daerah mata ,penyalahgunaan obat obatan yang mengandung steroid , Glaukoma  menyerang   pada salah satu bola mata atau  keduanya  glukoma pada para penderita diabetes dimana kadar  gula darahnya tinggi maka pembuluh darah  dimata  bisa rusak, sehingga  mengakibatkan  retinopati diabetic, atau glaukoma, glukoma pada para penderita  penyakit jantung ini menyebabkan  menurunya  suplai darah di mata,sehingga   saraf mata rusak  hingga  glaukoma,  karena tingginya  tekanan pada bola mata  sehingga  saraf mata,yang rusak,  glaukoma yang terlambat diketahui  para tenaga medis  sehingga tidak  ditangani secara dini mungkin maka penglihatan akan lenyap ,   Obat-obatan atau terapi yang ada sejauh ini tidak mampu  mengembalikan saraf mata  yang rusak  dan tidak mampu menyembuhkan secara tuntas  glaukoma namun hanya menghambat kerusakan saraf mata  agar tidak menjadi lebih parah, glaukoma adalah  penyebab kebutaan nomor dua terbanyak  sesudah  katarak,  operasi katarak dapat  mengembalikan penglihatan, sedangkan operasi glaukoma tidak  mampu mengembalikan penglihatan, pengobatan dan  operasi tidak mampu  memulihkan  fungsi saraf mata,  glaukoma berbahaya  yang  tidak menampakan  gejala pada penderitanya  yaitu,  glaukoma sudut terbuka , dimana glaukoma jenis ini dikarenakan  faktor genetik ,  glaukoma sudut tertutup, dimana glaukoma jenis ini memiliki   akibat yang   lebih berat, seperti  nyeri , pandangan kabur, pusing  dimata sebab adanya  tekanan bola mata yang  tinggi,  bahkan jika  tekanan bola mata semakin meninggi  muncul  rasa muntah,kornea mata gelap , lalu diakhiri menghilangkan penglihatan, proses cepat lambatnya   penglihatan yang hilang   berbeda-beda setiap orang, bahkan baru hilang sesudah  10 tahun, tergantung tekanan pada bola mata, glaukoma tipe  kongenital adalah glaukoma yang dialami bayi baru lahir,   yang  ditandai dengan bentuk  bola mata bayi yang  banyak mengeluarkan air mata, terlalu besar  melotot  membengkak  pada kornea mata ,
Jeffrey Weiss sebagai dokter dari Florida, AS  mengungkapkan bahwa  penyakit  penglihatan misalnya  rabun dekat , rabun jauh ,  silinder  dapat  dikoreksi dengan memakai  kaca mata atau operasi, namun kebutaan  mata tidak dapat  diatasi, namun peneliti dengan teknologi sel punca (stem cell)   berhasil memulihkan  mata  pasiennya yang buta ,    peneliti  tidak menguji   sel punca itu ke tikus maupun  uji klinis  seperti standar penelitian yang berlaku, peneliti menyuntikkan mata pasien dengan  menggunakan sel punca yang diambil dari sumsum tulang belakang,  peneliti  telah membuktikan kemampuan  pada  278 pasien tuna netra,   Vanna Belton  29  yang  mengalami optik neuritis di tahun 2009 atau inflamasi saraf optik, yaitu   penglihatannya hilang mendadak   dan  bersedia menyediakan dana 2,6 miliar rupiah guan  melakukan pengobatan  sel punca ini, pada  proses nya peneliti  mengekstrak sumsum tulang belakang dari paha pasien,  dengan  menggunakan piranti medis  peneliti  memisahkan ,  mengumpulkan sel punca,  kemudian menyuntikannya ke mata pasien, pada akhir terapi  Belton  merasa penglihatannya membaik namun  Dr.Alexis G.Malkin yang memeriksa  mata  Belton sebelum dan sesudah  terapi  mengungkapkan bahwa  mata Belton masih dianggap buta, sebab  penyebab kebutaan Belton tidak jelas, maka terapi sel punca apakah mampu memulihkan penglihatannya atau  membaik dengan sendirinya, spesialis mata dari Universitas Valencia,Karen Sparrow sebagai Head of Professional Development Asosiasi Dokter Mata,mengungkapkan bahwa  kandungan asam lemak Omega 3  pada ikan lele,nila,gabus,timah,sardine,salmon,hering,bandeng, kacang tanah  mampu  mencegah perkembangan glaukoma,  buah-buahan  sayur sayuran , cokelat ,  anggur merah,  kopi , teh hijau,   jeruk, buah peach, dan wortel,kaya kandungan  antioksidan  sehingga  meningkatkan kemampuan  retina mata , juga  disarankan makan makanan yang kaya retinol seperti, hati, susu, keju, mentega,  vitamin B1.terapi gen,  obat tetes,  operasi laser kemungkinan mampu mengurangi tekanan bola mata penderita glaukoma, 
glaukoma berisiko rentan  pada seseorang yang memiliki kadar garam terlalu  tinggi dalam tubuh , juga  memiliki obesitas ,   tekanan darah tinggi menyebabkan  aliran darah ke saraf optik di mata terganggu,  hal hal yang perlu diketahu tentang glaukoma antaralain: 
- pengidap rabun jauh (miopia) berisiko terkena glaukoma , 
- mata terkena pukulan, berpotensi meningkatkan tekanan pada mata  berisiko terkena glaukoma,
- tetes mata kortikosteroid yang dipakai  dalam  jangka waktu panjang  berisiko terkena glaukoma,
- Glaukoma kronis jarang terjadi  diusia dibawah  40 tahun,semakin tua semakin rentan terkena penyakit ini, 
- orang yang ber kulit lebih gelap lebih rentan  terserang glaukoma tidak hanya itu saja namun juga  bila tidak dicegah dengan pola gaya makan sehat  kebutaan permanen dapat terjadi  , 
- Glaukoma cenderung  diturunkan diwariskan dalam keluarga,jika buyut nenek moyangnya  salah satu ada yang mengidap glaukoma, maka cucunya rentan terkena  glaukoma namun bila  saudara kandung  mengidap penyakit ini , maka saudara kandung lainya juga rentan mengalami penyakit ini, 
-  risiko  terkena glaukoma  lebih besarlagi apabila  seseorang  mengidap diabetes,pembedahan mata ,  penyakit jantung ,  tekanan darah tinggi , penyakit radang mata,  iritis, tumor mata, terlepasnya retina ,  
Dr Anuj Chauhan, peneliti dari University of Florida, Amerika Serikat dalam ajang American Chemical Society, diperkenalkan  obat tetes mata yang bertujuan  menurunkan tekanan dalam bola mata , melindungi mata dari bahaya sinar matahari dalam bentuk   lensa kontak  (softlense ) yang ditambahkan vitamin E  sehingga  melepas  obat sedikit demi sedikit ,   bahkan diklaim mencegah  penyakit glaukoma, namun lensa kontak ini harus dipakai secara terus menerus ,  Berbeda dengan softlense yang diperkaya vitamin E ini, yang secara perlahan akan melepaskan obat ke bagian dalam lensa dan menahannya selama mungkin di mata. kebanyakan obat tetes mata cepat terhapus dalam dua hingga lima menit sehingga tidak mencapai target. Obat-obatan jenis ini  sebelumnya lensa kontak  sering terserap ke peredaran darah , terbawa  sehingga berdampak buruk, setelah melakukan percobaan pada   hewan  terbukti bahwa obat yang dihasilkan  dari  lensa kontak bertahan lebih lama sebelum terhapus,  struktur vitamin E seperti tembok bata nano  yang kecil, tembok bata ini lebih besar dari molekul obat,   butuh waktu  lama  molekul untuk masuk ke mata,  sehingga  menambah  durasi pelepasan obat dari lensa kontak,  glaukoma merupakan  penyakit syaraf mata optik yang kronis  akibat tekanan  tinggi pada bola mata,tekanan itu dipengaruhi  terhambatnya  pengeluaran cairan mata sebab  infeksi juga  tekanan vena episklera mirip  tumor, naiknya  produksi cairan mata,penyebab terbanyak   glaukoma pada bayi yaitu  kelainan anatomi, karena komplikasi dari penyakit mata yang lain,  faktor turunan genetik, cacat bawaan, pada seseorang yang menderita   glaukoma bila  tekanan bola matanya antara 30 hingga 40 milimeter HG, kelainan anatomis memiliki gejala gangguan di  sudut tempat keluarnya cairan pada bola mata sebab  terdapatnya  sumbatan,sehingga tekanan yang tinggi menjadikan  bola mata membesar (mata sapi buphthalmos)
normalnya tekanan bola mata antara 10  hingga 20 milimeter HG,guna mencegah risiko  glaukoma yang lebih parah pada bayi maka disarankan untuk dioperai, dimana tadinya  saluran yang  sempit, dengan operasi dapat  membuat jalan keluar, sehingga tekanan bola mata  turun,  walaupun  jarang katarak dapat  sembuhkan ke kondisi 100 % ,  sedang glaukoma tidak dapat  disembuhkan ke kondisi 100 % kembali,sehingga  walau dioperasi tidak memperbaiki  penglihatan,  glaukoma dikarenakan   naiknya  tekanan pada bola mata, oleh sebab  ketidakseimbangan antara  pembuangan dan produksi  cairan di bola mata, bila diderita anak kecil  glaukoma mengakibatkan  bola mata  tampak  membesar, bila diderita orang dewasa   glaukoma mengakibatkan   penderita hanya merasa tidak mampu  melihat dengan baik  ,kelopak matanya  terasa keras bila ditekan, penderita gloukoma harus ditangani seumur hidup, berbeda dengan  katarak yang hanya  operasi sekali, kemudian  memakai kacamata,