Showing posts with label virus Ebola. Show all posts
Showing posts with label virus Ebola. Show all posts

Wednesday, September 12, 2018

virus Ebola


virus Ebola

Ebola merupakan  virus RNA, mirip  seperti influenza dan HIV , virus RNA bermutasi lebih cepat dari jenis virus lainya, virus  bermutasi ,berevolusi atau beradaptasi dengan lingkungannya, virus yang  pertama kali  ditemukan di Sungai Ebola, Kongo, sehingga bernama ebola,antelop hutan, kera ,kelelawar yang menularkan virus ini melalui pembuluh darah kepada manusia,pemakaman korban Ebola  dan lingkungan sekitarnya seperti benda benda yang pernah dipegang penderita yang telah  terkontaminasi  virus ini  langsung memasuki tubuh manusia ,sebab memiliki kontak langsung dengan tubuh mayat,
masa inkubasi  virus Ebola ini  2 hingga  3 minggu dengan diagnosa yang sulit,gejala Ebola yaitu pendarahan di dalam dan di luar tubuh, nyeri perut, nafsu makan hilang,demam, sakit kepala, nyeri otot , sendi, diare, muntah, mata merah,ruam, sakit tenggorokan, nyeri dada,batuk,kesulitan  menelan, angka harapan hidup  penderita Ebola  0% ,sebab virus ebola  ini  menggerogoti sistem ketahanan tubuh dengan cepat, hingga sekarang  telah ada vaksin  yang mampu menyembuhkan penyakit Ebola namun masih dalam tahap penyempurnaan,Ebola telah mewabah di 4 negara di Afrika Barat, yaitu Nigeria, Sierra Leon, Liberia, Guinea,
 Virus ini pertama kali menelan  korban di Guinea kemudian  menyebar menular kepada 1500 orang di Nigeria ,Liberia, Sierra leone ,
Desember 2013 tim  dari Institut Pasteur, Prancis untuk pertama kalinya  menganalisa  wabah ebola   di Guinea dengan  Emile Ouamourno anak berusia 2 tahun di desa Meliandou  yang pertama terjangkit ebola meninggal 4 hari sesudah  gejala muntah-muntah juga demam tinggi ,beberapa minggu kemudian ibu ,nenek ,adik Ouamourno meninggal disebabkan virus ebola bermutasi tidak dapat diperkirakan ,seseorang  terinfeksi ebola namun tidak menampakan  gejala lebih berpotensi  menyebarkan virus, ini diperoleh  sesudah menganalisa ratusan sampel darah dari pasien Ebola di Afrika Barat sejak Desember 2013,


loading...
loading...
loading...